kesehatan

Neuron yang menyebabkan obesitas

kesehatan Neuron yang menyebabkan obesitas

Lemak dan Karbohidrat dalam Pola Makan (Mungkin 2019).

Anonim

Obesitas adalah karena kurangnya aktivitas fisik, diet terlalu kaya … tetapi juga untuk neuron yang kekurangan otak. Para ilmuwan CNRS baru saja menunjukkan pentingnya sel-sel saraf AgRP dalam asimilasi makanan dan, akhirnya, dalam penambahan berat badan.

Otak dengan tekun melakukan segalanya, bahkan penambahan berat badan, melalui neuron AgRP. Telah diteliti selama beberapa tahun karena itu mengintervensi pada tingkat lain dalam obesitas, memancarkan atau tidak molekul mempromosikan kenyang atau asupan makanan, misalnya. © Mark Lythgoe & Chloe Hutton, Wellcome Images, Flickr, cc oleh nc 2.0

$config[ads_text] not found

Jika neuron tertentu dalam kontrol kita mengontrol asupan makanan, mereka juga mengoordinasikan aktivitas organ seperti hati, pankreas atau otot untuk mengoptimalkan penggunaan nutrisi (lipid, gula). Para peneliti di laboratorium Fungsional Biologi Adaptatif (CNRS / Paris Diderot University) baru saja menyoroti, pada tikus, fungsi penting baru ini.

Diterbitkan di situs EMBO Journal pada 18 September 2012, penelitian ini memperkuat hipotesis bahwa otak bisa menjadi pusat disregulasi awal yang mengarah ke patologi yang terkait dengan obesitas sebagai diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular atau dislipidemia.

Obesitas, penyakit otak

Obesitas sekarang dianggap sebagai epidemi global. Mayoritas mortalitas yang terkait dengan kelebihan berat badan ini berasal dari komplikasi metabolik sekunder seperti diabetes, dislipidemia dan penyakit kardiovaskular (sindrom metabolik).

Obesitas adalah penyakit tidak menular yang telah menyebar ke seluruh dunia selama 30 tahun terakhir. Ini menyangkut misalnya satu dari tiga orang Amerika dan satu dari tujuh orang Prancis. © Idrutu, StockFreeImages.com

Namun, makan berlebihan tidak bisa sendiri menjelaskan kaitan antara obesitas dan penyakit terkait. Bukan hanya kuantitas dari apa yang Anda makan yang harus diperhitungkan, tetapi juga cara tubuh mampu mengelola asupan ini, khususnya pilihan antara penggunaan atau penyimpanan lipid dan gula.

Sebuah tim di Paris Diderot University baru saja mengidentifikasi peran sekelompok neuron di otak (terletak di hipotalamuset yang memproduksi neuropeptide AgRP) yang mengontrol nasib nutrisi di organ-organ seperti pankreas, otot atau otot..Para peneliti telah menunjukkan bahwa tikus kekurangan neuron AgRP dan diberi makan dengan diet normal menjadi obesitas.

Neuron AgRP dua kali terisi

Di sisi lain, ketika diberi makan dengan diet tinggi lemak (hiperlipid), hewan meningkatkan metabolisme glukosa mereka. Percobaan ini menunjukkan bahwa neuronesAgRP, yang sudah diketahui mengontrol asupan makanan, juga bertindak atas pembagian makanan, terutama melalui tindakan mereka sebagai konduktor pankreas, hati dan berbagai jenis siklus. Hilangnya neuron AgRP mengubah setpoint ke tingkat pusat yang mendefinisikan keseimbangan antara penggunaan gula atau lipid, sehingga membuat hewan lebih cocok untuk diet lemak.

Ketidakseimbangan dalam kemampuan untuk mengkoordinasikan jaringan-jaringan ini dapat menjelaskan terjadinya disfungsi metabolik secara simultan di beberapa organ, seperti halnya dalam pengaturan sindrom metabolik, yaitu semua patologi yang terkait dengan kegemukan. Dengan demikian, pemahaman tentang semua proses ini dapat memberikan petunjuk terapeutik untuk pengobatan penyakit metabolik ini.

Pesan Populer